METRO4D Togel Online

Dua Sejoli Terciduk Bermesraan Dikamar Kos Beralasan ' Tante - Keponakan '

sejoli yang tengah terciduk petugs (foto : detik.com)

Empat pasangan bukan suami - istri terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat). Salah satu diantaranya ada yang beralasan tidak tidak melakukan perbuatan mesum dengan dalih hubungan kekeluargaan.


Berikutnya keempat pasangan itu diamankan polisi dalam razia yang rutin digelar. Polisi mengecek identitas diri keempat pasangan tersebut.


Mereka mengaku hanya berstatus tunangan, atau masih berpacaran. Ada diantara pasangan tersebut yang mengaku sebagai tante dan keponakan yakni AI (28) dan DD (21). DD tercatat sebagai warga Tanjung Raja, Ogan ilir, sedangkan AI adalah warga Kertapati, Palembang.


Pada saat digrebek oleh petugas, keduanya sedang berada diatas ranjang yang sama dibalik selimut putih. Tampak DD yang mengenakan kaus kuning terkaget dan membangunkan dirinya.


Dia sempat mengucek matanya disaat sejumlah petugas berdiri di depan kamar mereka. AI yang ikut kaget pun sempat menarik selimut untuk menutupi dirinya. Akhirnya diapun beranjak dari kasur dan mengambil kartu identitas pengenalnya yang diminta oleh petugas.


"Serius pak, kami masih keluarga. Ini tante saya, pak. Saya keponakannya," ucap DD kepada petugas yang tengah mendatangi kamar mereka.


Polisi mengatakan operasi pekat rutin digelar dengan menyasar penginapan, kos, dan tempat hiburan malam. Bagi mereka yang kedapatan melakukan pelanggaran, akan dibawa ke Polrestabes Palembang untuk didata dan dibina.


"Tadi malam tim Tindak Pidana Ringan Sat Sabhara melakukan operasi rutin di tempat penginapan. Ada empat pasang yang kami amankan," kata Kasat Sabhara Polrestabes Palembang AKBP Sonny kepada  detikcom, Selasa (29/9/2020).


Terkait kasus tante dan keponakan, polisi telah menemukan fakta lain. Sejoli AI dan DD ternyata tidak mempunyai hubungan kekeluargaan.


"Ada satu pasangan mengaku katanya dia tante dan keponakan, atau bibi. Tetapi kita cek bukan, dan ini kami data untuk dibina, " kata Sony.


Hal senada ditegaskan oleh Kapolrestabes Palembang, Kombes Anom Setyadji. Dia mengatakan AI dan DD bukan tante dan keponakan, setelah diperiksa lebih lanjut di Polrestabes Palembang.


Kedua orang itu dan pasangan lain yang juga terjaring razia akan diproses dan kemudian diberi sanksi tindak pidana ringan (tipiring). Keduanya dipulangkan sembari menunggu proses persidangan.


"Semua sudah didata, nanti akan diproses sidang oleh hakim. Namanya tindak pidana ringan," kata Anom.


Dia mengatakan banyak alasan yang disampaikan pada petugas disaat sejoli terjaring razia. Alasan tante dan keponakan menjadi alasan klasik yang sering dipakai disaat terjaring razia. Ada juga yang beralasan suka - sama suka.


Baca Juga : Penyebar Video Syur Mirip Gisel Sudah Ditangkap Polisi Berikut Motifnya


"Kita itu giat rutin hampir setiap malam di penginapan, kos, dan titik - titik rawan. Jadi alasan ngaku keponakan, keluarga itu kita sudah sering dengar," kata Anom.


Dia mengatakan mayortitas pasangan yang terjaring operasi pekat masih berusia muda. Prihatin atas kondisi tersebut, pihak Polrestabes Palembang akan terus menggelar razia.


Alasan - alasan tersebut dipakai untuk mengelabui petugas. Alasan keponakan dan tante dipakai agar tidak diciduk petugas yang datang.


"Alasan semua itu, ketika dia tidak dalam ikatan perkawinan yang sah, jadi pidana. Tapi kalau dia diatur dalam pernikahan, itu berzina. Termasuk mengelabui petugas bilang ponakan dengan tante," tutur Anom.



#sumber

0 تعليقات

إرسال تعليق

Post a Comment (0)

أحدث أقدم