METRO4D Togel Online

Hasil Perolehan Sementara Pemilu Amerika Serikat 2020 : Joe Biden 224 - Trump 213

 

sumber : indianexpress.com


Perhitungan suara Pemilu Amerika Serikat 2020 masih terus berlangsung diseluruh negara bagian Negeri Paman Sam. Sampai pukul 16:36 WIB, Rabu (4/11/2020), suara elektoral Joe Biden unggul tipis dari Donald Trump. Dikutip dari BBC, Joe Biden meraih 224 suara elektoral dan Donald Trump 213.


Perolehan menunjukan Joe Biden unggul di Washington, Oregon, California, Colorado, New Mexico, Minnesota, Illinois, Vermont, New Hampshire, Massachusetts, Rhode Island, Connecticut, New Jersey, Delaware, District of Columbia, Maryland, New York, Hawaii, dan Virginia.


Sedangkan Donal Trump menang di Montana, Idaho, Wyoming, Utah, North Dakota, South Kentucky, Tannessee, Mississippi, Alabama, Lousiana South Carolina, West Virginia, Texas, dan Florida.



Dengan meningkatnya jumlah pencoblos secara tidak langsung dan kian dalamnya jurang politik, mungkin akan butuh waktu yang lebih lama lagi untuk bisa mengkonfirmasi hasil pemilu di AS.

Haisl pemilihan umum di Amerika Serikat biasanya keluar pada malam hari setelah pemilu diikuti dengan pidato konsesi dari kandidat yang kalah pada dini harinya. Namun tahun ini tradisi ini kemungkinan akan berubah.

Dengan rekor jumlah orang yang memberikan suara lewat surat karena khawatir tertular wabah Covid-19, proses perhitungan surat suara bisa jadi membutuhkan waktu yang lebih lama, bisa molor sampai berhari - hari atau bahkan ber minggu - minggu setelah 3 November.

Selain kemungkinan mundurnya proses ini, sejumlah pihak dari Partai Republik juga telah mempertanyakan kredibilitas pemungutan suara lewat pos. Keadaan juga kian rumit dengan adanya ucapan yang dilontarkan oleh Donal Trump yang berulang kali berkomitmen untuk tidak menerima hasil pemilu.

Apabila tidak ada kandidat yang memperoleh mayoritas suara elektoral karena perselisihan yang belum terselesaikan di negara bagian tertentu, Dewan Perwakilan Rakyat yang baru terpilih akan memutuskan siapa yang akan menjadi presiden, paling lambat 6 Jauari, sebagaimana yang ditetapkan dlam Konstitusi AS. Namun keadaan ini terakhir kali terjadi pada abada ke-19.

Jika tidak ada presiden yang diputuskan pada hari pelantikan pada 20 Januari, akan ada orang yang menjadi penjabat presiden. Orang tersebut bisa berupa wakil presiden yang telah terpilih, atau Ketua DPR. Namun ini juga tergantung pada apakah senat telah berhasil memilih wakil presiden sebelum Januari 2020 nanti.

Kemungkinan lain yang juga bisa terjadi adalah Trump menolak untuk menerima hasil pemilu jika dia kalah. Menanggapi komentar Trump pada bulan September yang menyatakan bahwa "Kita lihat nanti apa yang terjadi," para senator dengan surat bulat mengeluarkan resolusi yang menjamin berlangsungnya transisi kekuasaan secara damai.

Banyak dari para pengamat berharap bahwa hasil pemilu akan cukup jelas. "Saya secara umum optimis bahwa kita akan membuat hal ini berhasil karena minat pada pemilu  sangat tinggi," ucap Goldenberg.



Sumber : liputan6.com 

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama