Hyundai Mobis M.Vision S Konsep Mobil Masa Depan Yang Dapat Memprediksi Mood Anda


M.Vision S adalah konsep pod untuk mobilitas perkotaan yang menggabungkan teknologi untuk mengemudi otonom, eletktrifikasi, dan konektifitas. Fokus pada konektifitas, meskipun ini adalah kendaraan yang menghubungkan ke semua orang di dalamnya, dan mobil serta pejalan kaki disekitarnya, dan juga memungkinkan orang untuk terhubung satu sama lain selam perjalanan.


M.Vision S menggunakan teknologi komunikasi untuk mengirim pesan untuk pengemudi atu pejalan kaki lain. Jika lampu didalam berwarna biru, artinya mobil dalam mode mengendara sendiri, sedangkan kuning menunjukan ada operator manusia yang mengemudikannya. Lampu dan tampilan depan dan belakang dapat menampilkan pesan kepada pengemudi lain atau pejalan kaki, seperi "Hati-hati", "Silahkan" atau bahkan "Selamat tinggal" yang lebih sopan.




Teknologi komunikasi yang sama memungkinkan AI mobil untuk "membaca" suasana hati penumpang, dengan memindai wajah mereka untuk mencari tanda-tanda sebelum masuk. Oleh karena itu, dapat mengubah cahaya dan musik di dalamnya, agar sesuai dengan suasana hati, atau bahkan menawarkan kata-kata yang menghibur atau lelucon jika perlu.


"Misalkan pengemudi sedang dalam suasana hati yang baik karena sesuatu alasan. Kemudian sistem dapat melontarkan lelucon atau menanggapi dengan nada yang jauh lebih santai seperti teman lama atau perintah suara," kata Mobis. "Misalnya, itu bisa mengatakan sesuatu seperti 'Saya mengerti' ketika diminta untuk menyalakan radio. Itu bisa membuat komentar konyol. Atau bisa diam ketika sepertinya itu adalah hal terbaik untuk dilakukan. Terkadang yang terbaik adalah tidak mengatakan apa-apa" Lanjutnya.


Pod Mobilitas Bersama Yang Dirancang Sperti Longue


M.Vision S dimaksudkan untuk mobilitas bersama, jadi ruang di dalamnya telah diatur ulang agar menyerupai longue yang berfungsi dengan baik untuk bersantai dan bekerja. Komponen tenaga, suspensi, pengereman, dan kemudi dikemas di 4 sudut, sehingga lantai menjadi rendah dan rata. hal ini memungkinkan untuk mengubah pengaturan tempat duduk, tergantung pada tujuan perjalanan (kesenangan atau bisnis) dan mode pengemudi mobil (mengemudi sendiri atau dioperasikan oleh manusia).




Dengan kata lain, jika salah satu penumpang ingin mengambil alih, salah satu kursi terlepas dan pindah ke dasbor, dari mana sebuah roda muncul. Pengaturan tempat duduk juga dapat diubah untuk pertemuan bisnis atau untuk memungkinkan penumpang  menonton film atau acara TV favorit mereka, misalnya. Sistem suara KRELL premium disertakan dengan tujuan terakhir.


Perintah akan dibuat melalui gerakan (sentuhan ruang virtual), dan mobil akan terhubung ke smartphone setiap orang saat mereka menginjakkan kaki didalam.


Bukan Mobil Masa Depan Orwellian


Begitu banyak teknologi yang dikemas ke dalam mobil, mampu hampir mengintip ke dalam jiwa manusia, pikiran itu cukup untuk membuat merinding dan memasukkan fikiran tentang masa depan Orwellian ke dalam fikiran. Meski begitu, Mobis tidak khawatir mobil dapat membaca emosi orang seperti itu.




Mesin juga dapat mempelajari segala sesuatu yang perlu dipelajari tentang seseorang, mulai dari perasaan mereka hingga dengan siapa mereka berbicara melalui telepon, melalui email atau media sosial, dan tetap tidak menimbulkan resiko.


"Kekhawatiran seperti itu dapat diatasi dengan teknologi keamanan yang kuat, tetapi mungkin ada orang yang tidak ingin mengambil resiko seperti itu," Mobis mengakui. Para peneliti pecaya bahwa manfaatnya lebih besar daripada resikonya.

 



sumber

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama