METRO4D Togel Online

Nonton Tv Sambil Scroll Sosial Media, Bisa Berdampak Buruk Buat Ingatan.

  

 foto ilustrasi nonton tv sambil bersosial media. || sumber : seriawan.blogspot

 

Pada berbagai studi, telah menunjukkan betapa tidak efisiennya ketika kita mengerjakan banyak aktifitas dalam satu waktu. Alih - alih membuat kita dapat lebih cepat dalam menyelesaikan berbagai tugas, tindakan multitasking seperti ini justru dapat mengurangi produktifitas dan memperlambat tempo dalam bekerja. Siapa sangka, kebiasaan membuka banyak tab saat menjelajahi internet atau disaat nonton netflix sekaligus melihat TikTok juga dapat mempengaruhi kemampuan memori ingatan.


Hal tersebut diungkapkan oleh seorang ilmuan Standfor Memory Lab, Kevin Madore, dalam penelitian terbarunya. Kevin menjelaskan "media multitasking" atau mengosumsi media dalam jumlah besar pada satu waktu bisa menyebabkan kegagalan memori. Seseorang yang hobi bergonta ganti aplikasi atau media digital cenderung memiliki penyimpanan memori (memory lapse) dan tak mampu mengingat peristiwa tertentu.


Dalam pengujiannya, peneliti mengukur aktivitas otak dan pelebaran pupil 80 responden usia 18-26 dengan menggunakan elektroensefalografi (EEG) dan pupillometry. Para peserta diminta melihat - lihat serangkaian gambar di layar hp dan menilai seberapa mereka menyukainya. Setelah beristirahat selama 10 menit, mereka akan melanjutkan melihat foto - foto yang lain.


Para peserta kemudian diminta menentukan apakah gambarnya sudah pernah atau baru sekarang mereka lihat. Banyak gambar yang diubah selama eksperimen berlangsung. Setelah itu, peserta harus mengisi kuesioner yang mengukur perhatian mereka sehari - hari dan sebearapa sering melakukan multitasking. Mereka diukur kemampuan ber-multitasking dalam waktu satu jam.


Dari situ peneliti bisa menyimpulkan, peserta yang sering beralih dari satu media ke media yang lain cenderung lebih banyak menunjukan penyimpangan memori dibandingkan dengan yang tidak. Aktivitas otak dan perubahan diameter pupil selama eksperimen ini,


Penyimpangan yang terjadi sebelum peserta disuruh menginat gambar juga diikuti dengan peningkatan kecenderungan melupakan gambar sebelumnya. Ini adalah studi pertama yang mengidentifikasi dimana titik penyimpangan terjadi, yakni sebelum atau selama mengembalikan ingatan.


Peneliti menekankan temuan mereka menunjukan kolerasi dan bukan sebab - akibat, sehingga diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan penyebabnya, apakah media multitasking benar - benar bisa membuat seseorang mudah lupa, atau seorang yang pelupa cenderung melakukan pekerjaan multitasking.

 

Studi terdahulu bahkan menemukan seorang perempuan yang merasa rumahnya "berantakan" dan "memiliki banyak tugas yang belum diselesaikan" lebih mungkin menunjukan tanda - tanda depresi dan mengalami lonjakan hormon kortisol yang dapat menyebabkan stress.


sumber : vice indonesia.




0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama