METRO4D Togel Online

Skandal Biden Dan Kebohongan Trump, Kontroversi Jelang Pemilu AS.

sumber : matamatapolitik.com

Lebih dari 70 juta warga Amerika Serikat telah menggunakan hak suaranya dalam early vote.

Jumlah tersebut begitu spektakuler. Sebab, pemilu AS 2020 menjadi pemilu dengan tingkat partisipasi pemilih salah satu paling besar.

Hal itu menandakan bahwa warga AS saat ini begitu tertarik untuk mengikuti pemilu. Salah satu alasannya adalah pemilu AS tahun ini menjadi salah satu yang kontroversial. Berikut beberapa kontroversi jelang Pemilu AS 2020 :

Diselenggarakan di tengah Pandemi Corona

foto : salah satu warga memberikan hak pilih ditengah pandemi, sumber : Google

 Tak perduli jika negaranya memiliki jumlah kasus corona tertinggi di dunia, rangkaian pemilu tetap diselennggarakan sesuai jadwal dan akan berakhir sesuai jadwal pula yaitu pada 3 November 2020.

Pandemi corona bahkan tidak akan mengubah proses demokrasi. Otoritas pemilu AS hanya menyebut pandemi cuma mengubah logistik pemilu.

Selain itu penanganan pandemi corona ternyata bukan jadi faktor utama pemilih memilih calonnya. Hasil dari survey mengatakan 79 persen menganggap ekonomi menjadi prioritas bagi mereka dalam menentukan keputusan calon mana yang akan dipilih, seperti laporan penelitian Pew Research.

Presiden Donald Trump yang kembali mencalonkan dari partai Republik terus menyatakan, untuk memberikan fokus kepada kebijakan luar negeri soal ekonomi, mengesampingkan msalah penyelesaian pandemi. Dia terus lari dari argumen terkait corona yang tak pernah jadi fokus dalam kebijakannya.

Trump juga terus menggembar - gemborkan vaksin yang akan siap dalam beberapa minggu. Bahkan memberikan kesaksian pribadi bahwa virus tersebut akan lenyap dengan temuan obat yang dia kosumsi, dan membuat penderita menjadi kebal.

Kebohongan Trump Ditengah Pandemi

foto : Trump || sumber : motherjones.com

Sulit dipercaya, bahwa sosok yang akan menduduki kursi jabatan tertinggi sebuah negara dan yang kembali dicalonkan untuk memimpin adalah sesorang yang kerap mengabarkan berita bohong.

Hasil penelitian di Cornell University yang menganalisis 38 juta artikel tentang pandemi di media berbahsa inggris di seluruh dunia menyebutkan bahwa Trump mencakup hampir 38 persen dari keseluruhan "percakapan dari informasi yang salah".

Artinya Trump adalah salah satu penyumbang besar informasi palsu di tengah pandemi. Semua itu dilakukan Trump menjelang pemilu.

Tuduhan Pelecehan Seksual Joe Biden dan Dugaan Korupsi Anaknya

foto : kiri mantan Presiden AS Barack Obama kanan Biden || sumber : telegraph.co.uk


Skandal jelang pemilu bukan cuma menghantam Trump. Joe  Biden pun tak luput dari tuduhan - tuduhan.

Biden, mantan Wakil Presiden AS di era Barack Obama, dituduh melakukan pelakukan tindakan pelecehan seksual kepada mantan staf di kantornya saat masih menjabat sebagai senator.

Perempuan yang mengaku bernama Reade itu, mengumumkan ke publik terkait tindakan biden yang mendorong tubuhnya ke dinding untuk melakukan tindakan pelecehan seksual.

Dikutip dari MSNBC, Mantan Kepala Staff Michelle Obama Tina Tchen ikut berkomentar. Dia meminta Joe Biden untuk mengatsi tuduhan tersebut dan membuat pernyataan secara transparan.

Selain itu Trump sering kali ingin menjadikan putra Biden, Hunter Biden, sebagai topik perdebatan. Dikutip dari BBC, dia menuduh Biden mendapat untung secara pribadi dari urusan bisnis putranya yang bermasalah di Ukraina dan China.


sumber : kumparan

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama