1 Milliar Orang Bisa Nikmati 5G di Akhir 2020 (Ericsson Mobility Report)

 

foto : arynews.tv

Ericsson mengklaim jika jaringan 5G akan semakin berkembang sampai akhir tahun ini. Mereka optimis jika adopsi 5G akan bisa menyentuh sekitar satu miliar orang, dengan kontribusi pelanggan sekitar 220 juta. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru ericsson Mobility Report 2020.

Dalam laporan tersebut, penyedia perangkat jaringan telekomunikasi asal swedia itu menyebut jika jumlah subscriber sebesar itu memang tidak menjadi ukuran suksesnya 5G di dunia. 

Namun begitu, aplikasi-aplikasi baru seperti IoT akan mengubah bisnis, layanan publik, dan hiburan. Oleh karena itu mereka percaya diri akan berkembangnya teknologi tersebut.

Prediksi Ericsson ini memang berbanding terbalik dengan apa yang diyakini para praktisi industri telekomunikasi. 

Mereka justru khawatir jika pandemi virus corona bisa menunda implementasi jaringan 5G dalam waktu yang lama. Konsumen pun diyakini akan lebih memilih prioritas lain dikarenakan kondisi ekonomi yang belum pasti.

Studi yang dilakukan oleh Ericsson juga menyebut jika konsumen rela untuk membayar sedikit lebih banyak untuk perangkat 5G. Persebaran perangkat 5G diharapkan akan tumbuh di kuartal akhir 2020, seiring dengan semakin murahnya harga perangkat tersebut.

Dilansir melalui Techradar, Jumat (4/12/2020), Ericsson menyebut jika pembangunan 5G yang tercepat ketimbang generasi sebelumnya. Momentum paling kuat berasal dari China. Adopsi di negara ini didorong oleh persaingan antar operator, perangkat yang terjangkau, dan didukung kuat dari pemerintah yang menganggap 5G sebagai prioritas nasioal.

Empat perlima dari pelanggan 5G tahun ini akan berasasl dari China. Selain itu, 5G akan menyumbang 11 persen dari semua koneksi.

Di Amerika Utara, 4 persen pelanggan seluler akan tertarik menggunakan 5G. Angka ini akan meningkat menjadi 80 persen 2026, tertinggi dari wilayah manapun. Di Eropa, hanya 1 pelanggan seluler yang akan cicipi 5G.

Ini sebgian, karena jaringan 4G berkualitas tinggi yang membuat peningkatan menjadi kurang menarik, akan tetapi juga mencerminkan bahwa banyak negara telah menunda lelang spektrum 5G karena pandemi.

Pada 2026, kata Ericsson, empat dari 10 pleanggan selular akan menggunakan jaringan 5G. Angka ini setara dengan 3,5 miliar, atau setengah dari pengguna mobile data di seluruh dunia.

"Tahun ini masyarakat telah melakukan lompatan besar menuju digitalisasi. Pandemi telah menyoroti dampak konektivitas terhadap kehidupan kita dan telah bertindak sebagai katalisator perubahan yang cepat, yang juga terlihat jelas dalam Ericsson Mobility Report edisi terbaru ini," kata Fredrik Jejdling, EVP dan Head of Networks Ericsson, seperti dikutip dari Techradar.

Dikatakannya, 5G memasuki fase berikutnya, ketika perangkat dan aplikasi baru memanfaatkan hal yang telah diberikannya secara maksimal, sementara penyedia layanan terus mengembangkan 5G.

"Jaringan seluler adalah infrastruktur penting untuk banyak aspek kehidupan sehari-hari, dan 5G akan menjadi kunci kemakmuran ekonomi di masa depan," katanya.


sumber : uzone.id

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama