Aturan Baru WhatsApp, Pahami Atau Tahun Depan Kamu Bisa Diblokir

 

foto : tribunnews.com


Aplikasi perpesanan WhatsApp akan melakukan pembaruan atau update pada awal 2021. Kabarnya pengguna harus setuju dengan aturan privasi tersebut atau terancam akses ke perpesanan ini akan dimatikan.

Pembaruan aturan atau terms of service (ToS) pada dasarnya adalah perjajian dimana pengguna menyetujui poin-poin kebijakan sebuah layanan.

Dalam Screenshot yang dibocorkanWaBetaInfo, ToS yang baru terkait dengan bagaimana WhatsApp memproses data pengguna.

"Dengan menekan setuju, anda menerima aturan baru, yang akan diterapkan pada 8 februari 2021. setelah tanggal ini, anda akan perlu menerima aturan baru ini untuk terus menggunakan WhatsApp ingguatau anda bisa selalu menghapus akun anda," sebut WhatsApp, Minggu (6/12/2002).

Nantinya, jika pengguna tidak menerima aturan baru tersebut, pengguna WhatsApp mungkin tidak dapat lagi memakai WhatsApp. Pihak WhatsApp menyatakan semua user haru setuju dengan aturan baru itu jika masih ingin menggunakan WhatsApp.

Mengutip Independent, juru bicara WhatsApp menyatakan perubahan ToS terkait dengan bagaimana para pebisnis bisa beroperasi di platform itu dan berinteraksi dengan user.

Pelanggan mungkin bakal diberitahu mengenai aturan baru beberapa pekan mendatang.

Pengguna bisa langsung menyetujui atau jika mau membacanya terebih dahulu untuk revew. Namun demikian, mereka harus menyetujuinya agar tetap aman memakai WhatsApp.

Facebook tampaknya memang makin giat mencoba menghasilkan uang dari WhatsApp. Mereka sebelumnya sempat akan menayangkan iklan di WhatsApp, namun akhirnya tidak jadi dilakukan karena berpotensi mengganggu pengalaman pengguna.

WhatsApp dibeli Facebook senilai USD 19 Miliar pada tahun 2014. Sampai saat ini meskipun jadi layanan Messaging paling populer, WhatsApp belum banyak menghasilkan pendapatan bagi induknya.

Baca Juga : 1 Milliar Orang Bisa Nikmati 5G di Akhir 2020 (Ericsson Mobility Report)



0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama